Pertemuan pertama kita.
Pagi itu kau berjalan mencari ku dari kerumunan orang banyak, datang ke arahku dengan sangat yakin untuk menemuiku. Hingga langkahmu terhenti di hadapanku, ada kalimat yang masih sangat ku ingat waktu itu "Bahasa Jerman" dan atribut panitia kau pasangkan di leher ku dengan namamu sedangkan atributku dipakai olehmu, orang-orang mendatangi ku untuk meminta tanda tanganmu. Saat itu kau membuat ku heran dengan sikap mu, tapi aku bahagia bisa berkenalan dengan mu.
Setiap tahun berlalu begitu cepat, hingga kini kau menjadi seorang kakak bagiku. Bukankah kau juga akan bahagia jika menggilku adik?. Aku tau jarang sekali kita bertemu, bahkan mungkin bisa di hitung berapa kali. Tidak jarang kita saling cuek saling lupa meskipun kita tidak mau mengatakan bahwa kita lupa, tapi hal sperti itu tidak pernah membuatku untuk tidak menyayangimu.
AINI
Komentar
Posting Komentar