Seketika aku terdiam beserta tangisku dalam hati. Kupaksakan tetap terlihat baik, saat kau muncul dihadapanku dengan gandengan barumu itu, "sudahlah... jangan sampai aku hanya berharap lebih sementara dia sudah milik orang lain", otakku berbicara dengan entengnya aku berfikir seperti itu. Sudah lama sejak kau hadir sampai ketika kau meminta untuk pergi kau masih saja membuat ku ingin menangisi mu, entah aku yang bodoh atau apakah sebaliknya? Bahwa kau yang menyia-nyiakan ku yang sama skali aku tidak pernah mengkhianatimu, aku tetap berfikir bodohnya dirimu.
Sekecewa itukah aku? Karena dirimu yang tak berperasaan, bergandeng dengan kekasih barumu dihadapanku seolah-olah kau tak pernah mengenalku. Hey! Sadarkah kau siapa aku dulu bagimu? Yang selalu kau puji dengan kata-kata indahmu itu? Gombalan yang tidak bermutu itu yang membuatku menyadari bahwa kau hanya ingin singgah menanam bunga dihatiku dan untuk kemudian kau hanya ingin melihatnya layu.
Kamu sudah membuat cerita d kehidupanku yang lalu, dan sekarang kau ingin menghapusnya. Mudahkah bagimu menghapus memori itu d otakmu? Secepat apa kau bisa melupakan masa lalumu? Terbaikkah dia bagimu? Aku hanya ingin tahu. Dan saat ini sampai pada waktunya aku cuma bisa dan hanya ingin memandangimu dari kejauhan tanpa kau ketahui.
Meskipun aku memujamu dihati tapi dimataku kau hanya seonggok daging yang bernyawa tapi tidak berperasaan.
Aini
Sekecewa itukah aku? Karena dirimu yang tak berperasaan, bergandeng dengan kekasih barumu dihadapanku seolah-olah kau tak pernah mengenalku. Hey! Sadarkah kau siapa aku dulu bagimu? Yang selalu kau puji dengan kata-kata indahmu itu? Gombalan yang tidak bermutu itu yang membuatku menyadari bahwa kau hanya ingin singgah menanam bunga dihatiku dan untuk kemudian kau hanya ingin melihatnya layu.
Kamu sudah membuat cerita d kehidupanku yang lalu, dan sekarang kau ingin menghapusnya. Mudahkah bagimu menghapus memori itu d otakmu? Secepat apa kau bisa melupakan masa lalumu? Terbaikkah dia bagimu? Aku hanya ingin tahu. Dan saat ini sampai pada waktunya aku cuma bisa dan hanya ingin memandangimu dari kejauhan tanpa kau ketahui.
Meskipun aku memujamu dihati tapi dimataku kau hanya seonggok daging yang bernyawa tapi tidak berperasaan.
Aini
Komentar
Posting Komentar